"ada kalanya sebuah lagu membuat saya merasakan emosi campur aduk. Kesepian yang syahdu. Bukan perasaan gembira dan hangat. Sedikit dingin."
- playing “three times a lady - lionel richie”
Sushi tei with dittong and yanche si mamah muda

Sushi tei with dittong and yanche si mamah muda

kembali ke ujung yang sama

Kenaoa saya harus menulis? 

Mungkin karena terbiasa tidak didengar, maka saya terbiasa menulis. Pathetic? Mungkin. Tapi tidak terlalu menyedihkan sih. “Tidak didengarkan” adalah hal yang lumrah. Siapa sih yang mau mendengarkan orang lain bila dia sedang di posisi tersudut? Satu2nya hal yang akan dilakukan bukan “mendengarkan” tapi “defense”. Makanya sering kali sebuah perdebatan tidak akan membawa hasil. Dan bodohnya sering kali juga saya berdebat. Kemudian berujung pada saya menulis lagi :)))))

Al baqarah 2:62

Dear my generations…
Still hate differences?

Al baqarah 2:62

Dear my generations…
Still hate differences?

puisi kematian - jalaluddin rumi

Aku mati sebagai mineral

dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.
Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia;
"KepadaNya, kita semua akan kembali" 
"Maksudnya menjadikan hari ini indah dengan janji kencan. Tapi malah jadi membetekan karena ketahuan pasangan"
- irony

ohookkkkk

Sebagai orang yang “sadis” (menurut orang-orang sekeliling saya), ternyata kalau ada hal yang mengejutkan atau bertentangan dengan hati nurani, saya akan terpukul untuk seharian. Sebenarnya tidak sampai 24 jam sih. Ditengah2 keterpukulan saya, rasanya masih bisa tertawa sendiri.

Am I strong? Not at all. Absolutely not.

Dari hubungan profesional dan personal… selama minggu ini saya terpukul. Menemukan beberapa kenyataan. Mereka mungkin bisa mengatakan “saya ga punya maksud buruk”. Semua orang bisa bilang bahwa mereka tidak bermaksud buruk. Begitupun saya. Saya tidak bermaksud buruk dengan saya tau dengan tidak sengaja dan sengaja. Tapi saya kecewa.

Sayangnya kekecewaan saya ini tidak bisa dilampiaskan dengan makan & minum karena sekarang bulan puasa (tau kan sekarang alasan kenapa saya membulat). Saya juga tidak bisa melampiaskan dengan berbelanja karena saya tidak punya banyak uang :))

Bagaimana ya menanggulanginya

Di satu sisi saya ingin mereka sadar… saya kecewa sekali. Tapi apalah daya… semakin saya bicara, semakin defensive lah mereka. Saya memang sudah tidak semelankolis dulu. Akan tetapi saya jadi agak kehilangan arah. 

Siapa tau karena sudah kehilangan arah, Tiba2 diarahkan ke tempat baru. Siapa tau.

Sapaan tiba2 yg membangkitkan kontemplasi. 

Entah siapa lagi yg bs membuka sapaan dg tema semacam ini kalau bukan sepupu tercinta yg penuh ke-random-an dan terbuka untuk hal2 “deep“ begini

Sapaan tiba2 yg membangkitkan kontemplasi.

Entah siapa lagi yg bs membuka sapaan dg tema semacam ini kalau bukan sepupu tercinta yg penuh ke-random-an dan terbuka untuk hal2 “deep“ begini