Dear Family

"Understand the things I say, don’t turn away from me,Β 
'Cause I've spent half my life out there, you wouldn't disagree.Β 
Do you see me? Do you see? Do you like me?Β 
Do you like me standing there? Do you notice?Β 
Do you know? Do you see me? Do you see me?Β 
Does anyone care? “

-ode to my family-

Kemarin saat kumpul keluarga, ada rasa senang tapi juga ada yang menyakitkan. Sepertinya ada suatu tujuan kenapa saya terlahir di keluarga besar Karim dan saya beda sendiri begini. Sedangkan diluar saya banyak orang2 tua yang satu frekuensi dengan saya memandang hidup. Tapi dengan indahnya Tuhan tidak mempertemukan kami dalam satu keluarga… justru keluarga saya cenderung melihat saya semua salah.

Sepele sih kelihatannya.

Tapi sedih sedikitΒ 

Nenek 1 : Dimana Uchi tinggal sekarang?

Tante 1 : Entah dimana dia tinggal. Ga jelas *melengos*

Selintas gambaran itu masih mengganggu sampai dengan sekarang. Kenapa respon tante saya seolah2 menganggap bahwa hidup saya tidak jelas, Entah apa yang dilakukan… entah dimana tinggalnya semua serba tidak karuan.

Padahal saya sudah berulang kali bilang tinggal saya ngekos di daerah jakarta barat. Saya bekerja!Β 

Sekalipun mereka tidak pernah peduli. Tidak pernah berkunjung. Tidak bertanya lebih lanjut mengenai bekerja seperti apa bla bla bla bla bla.

Lalu tiba2 berespon seperti itu. Wowww„ kamu luar biasa

Saya terganggu.

Saya tau banyak sekali rumor berbicara mengenai saya. Ada rumor yang berjalan begitu lambat… ada rumor yang berjalan terlalu jauh dari keadaan sebenarnya.

Seharian saya tertawa2 mendengar berbagai macam rumor yg muncul ke permukaan. Tapi saya tidak terlalu khawatir juga. Silakan temui saya langsung dan kita berbincang2. Kamu akan tau kualitas saya.

"sepulang dari perjalanan panjang, ada kalanya ngasep ditemani musik dan malam terasa sangat nikmat"
- ada masanya
"ada kalanya sebuah lagu membuat saya merasakan emosi campur aduk. Kesepian yang syahdu. Bukan perasaan gembira dan hangat. Sedikit dingin."
- playing “three times a lady - lionel richie”
Sushi tei with dittong and yanche si mamah muda

Sushi tei with dittong and yanche si mamah muda

kembali ke ujung yang sama

Kenaoa saya harus menulis?Β 

Mungkin karena terbiasa tidak didengar, maka saya terbiasa menulis. Pathetic? Mungkin. Tapi tidak terlalu menyedihkan sih. “Tidak didengarkan” adalah hal yang lumrah. Siapa sih yang mau mendengarkan orang lain bila dia sedang di posisi tersudut? Satu2nya hal yang akan dilakukan bukan “mendengarkan” tapi “defense”. Makanya sering kali sebuah perdebatan tidak akan membawa hasil. Dan bodohnya sering kali juga saya berdebat. Kemudian berujung pada saya menulis lagi :)))))

Al baqarah 2:62

Dear my generations…
Still hate differences?

Al baqarah 2:62

Dear my generations…
Still hate differences?

puisi kematian - jalaluddin rumi

Aku mati sebagai mineral

dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.
Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia;
"KepadaNya, kita semua akan kembali"Β